11 October 2009

tak kan pernah ada


Dia memang hanya dia
Ku selalu memikirkannya
Tak pernah ada habisnya
Benar dia, benar hanya dia
Ku selalu menginginkannya

Belaian dari tangannya
Mungkin hanya dia
Harta yang paling terindah
Di perjalanan hidupku

Sejak derap denyut nadiku
Mungkin hanya dia
Indahnya sangat berbeda
Ku haus merindukannya

Ku ingin kau selalu di pikiranku
Kau yang selalu larut dalam darahku
Tak ada yang lain, hanya kamu
Tak pernah ada
Takkan pernah ada
Post a Comment